05 Disember 2010

Selingan : Moga Allah pelihara kita semua daripada fitnah ini !!

Bertemu ‘Tuhan’ Jesus! 

Baru-baru ini ketika sedang merayap di MukaBuku, saya terlihat satu iklan yang menarik perhatian. Iklan itu ‘menjual’ seorang wanita (kelihatan seperti Muslimah sejati) dan tertulis mesej berkaitan ‘Mimpi tentang Jesus’.  Iklan itu membawa kepada satu laman web berbahasa Inggeris dan didapati laman itu terdapat pelbagai cerita tentang kisah ‘benar’ mereka yang bermimpi tentang bertemu ‘Tuhan’ Jesus. Apa yang menarik perhatian saya, hampir kesemua cerita yang dipaparkan dilaman ini menceritakan bagaimana seorang yang dahulunya Islam kemudian bertukar agama setelah bermimpi bertemu dengan ‘Tuhan’ Jesus.

Kebanyakkan kisah yang dipaparkan memperlihatkan bagaimana kusutnya hidup seorang yang menganut agama Islam. Antaranya kisah tentang Dini, seorang wanita Indonesia yang dahulunya Islam dan hidupnya sangat berkonflik kesan daripada permasalahan yang berlaku disekitarnya. Kekusutnya itu membawa dia kembali pada Tuhan, dia bangun malam untuk bersolat tahajud dan berdoa agar diberikan petunjuk oleh Allah. Akhirnya, ketika sedang berdoa, muncul imej ‘Tuhan’ Jesus dihadapannya dan mengajak agar mengikutinya. Maka ketika itulah Dini mendapat ‘hidayah’ Tuhan. Cerita ini bukan sekadar cerita, bahkah ia juga sudah didokumentarikan dalam bahasa Indonesia! 

Kisah lain seperti Ali, berasal dari Turki. Seorang Islam yang ketagihan arak, suka memukul isteri dan masih mencari agama. Ali tekad berubah untuk menjadi Muslim sejati dengan berhenti minum arak, maka dia mengambil keputusan menunaikan ibadah Haji. Namun, pada malam pertama dia berada di Mekah, dia bermimpi bertemu dengan ‘Tuhan’ Jesus. Jesus berkata kepada Ali bahawa sesungguhnya dia milik Jesus dan perlu meninggalkan tempat itu (Mekah). Tidak lama kemudian, Ali menganut agama Kristian dan masalah ketagihan arak dan suka memukul isteri dapat diatasinya.

Kesemua cerita yang dijaja dilaman web ini mempunyai motif untuk memberikan gambaran tentang kekusutan hidup manusia yang menganut agama Islam dan masalah ini kononnya dapat diselesaikan apabila seseorang itu menganut agama Kristian. Dakyah kristianisasi ini jelas menghina agama Islam apabila kononnya mereka mendapat hidayah dari ‘Tuhan’ Jesus ketika sedang bersolat tahajud dan menunaikan ibadah Haji! Moga Allah pelihara kita semua daripada fitnah ini. 

Petikan sebahagian dakyah kristianisasi: Dini (Indonesia)

As the oldest child in her family, twelve-year-old Dini had always been close to her father; so when he died suddenly, she was devastated.  Her devastation turned to anger when she learned that her father had an affair with her aunt who was now pregnant.  She also learned that her mother was pregnant by her father.
As a struggling widow, Dini’s mother decided to place her three youngest children in an orphanage.  She also had to sell valuables in the house just so the family would have money to buy food.  About four years later, a relative told Dini that her mother was getting remarried.  Dini was very hurt by this and didn’t understand why her mother hadn’t told her.  She felt like she didn’t have anyone she could depend on since her father had disappointed her, and now her mother had done the same.
Dini became friends with the troublemakers at school and went through a rebellious period.  She skipped classes, didn’t wear the school uniform and got into fights.  When several of her friends faced serious problems, Dini began to ask questions:  “What is it that I’m looking for?  Religious rules don’t make me happy.  But a free life without the rules of religion isn’t something I want either.”
The month of Ramadan arrived and Dini became diligent with the religious practices of fasting and prayer.  One night, during Ramadan, she decided to pray the tahajud prayer.  The tahajud prayer is not one of the five required daily prayers.  It is only done at midnight and, in particular, it includes petitions that ask God for signs.  Dini set her alarm clock and woke up to pray.  She says, “I had such strong faith that whatever I asked God for that night, God would listen and give His answer.”  At the end of the prayer which she had memorized, she cried out to God and said, “God, I am confused.  I’m very confused about the way to meet Your approval.”   She continued, “God, if you wish for me to live life within your demands, then tonight show me the right path.  If you do not show me, God, then let me live life the way I want.  I won’t ever again care about the rules of religion.  And if I die, don’t send me to hell.  I didn’t know what was right!  It wouldn’t be fair for me to go to hell, God.  You never showed me the right way.  What I want, God, is to be shown the right path tonight.  I will live my life the way you appoint it.”
A bright light then appeared and she saw a figure standing in front of her.  The man was wearing a white robe but she couldn’t see his face clearly.  She doesn’t know how but she realized that the figure was Isa.  He said, “Follow me,” and she was confused and thought, “Lord, I am a Muslim.  How can I follow you?”  She asked several other questions as she wondered how she could follow the God of the Christians.  She heard another voice saying, “You can’t possibly follow Him.  Forget your prayer!  Forget the intention of leading a good life!”  When she looked at the man in white, she felt calm and peaceful.  Jesus continued to say, “Follow me,” as He stretched out His hand.  Dini struggled over her decision but finally she said, “God, if this is the way of truth, okay.  I want to follow you.”  The moment she said that, she felt as if ice was pouring over her chest.  At the same time, she felt a peace she had never experienced before.  She says, “I felt something extraordinary inside my heart.”
After Dini became a Christian, she experienced persecution from her family.  She was just 17 years old when they forced her to leave home.  She attended boarding school and supported herself through part-time jobs.  She also pursued reconciliation with her family.  While showing respect for the Javanese traditions, she didn’t back down on her unwavering commitment to Christ.  The greatest test for her was forgiving her deceased father and accepting her half-brother, born out of wedlock to her aunt.  When his mother could no longer take care of him, Dini embraced her half-brother as her own.
She continues to live as an example of one who can “do all things through Christ who strengthens” her. (source: http://dreamsaboutjesus.com/home/peoples-dreams/dini)

Sumber Artikel : http://al-ahkam.net




Memahami Bacaan Dalam Solat

Sumber gambar : Google
Assalamualaikum.

Firman Allah SWT : "sesungguhnya Aku ini Allah, tiada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah solat untuk mengingatiKu" (Toha 20:14)

Ketika mulut terkumat-kamit membaca bacaan² dalam solat, fahamkah kita akan makna bacaan² tersebut?
 
Memahami segala patah perkataan yang dibaca ketika solat adalah sangat penting kerana ia merupakan salah satu cara untuk khusyuk dalam solat.

Semoga solat kita menjadi lebih berkualiti dan sekaligus menjadi solat yang benar² mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar insyaAllah. Firman Allah SWT : "Bacalah serta ikutlah (wahai Muhammad) akan apa yang diwahyukan kepadamu dari Al-Quran, dan dirikanlah sembahyang (dengan tekun); sesungguhnya sembahyang itu mencegah dari perbuatan yang keji dan mungkar; dan sesungguhnya mengingati Allah adalah lebih besar (faedahnya dan kesannya); dan (ingatlah) Allah mengetahui akan apa yang kamu kerjakan. " (29:45)

 
Takbiratul Ihram (Takbir di permulaan solat)
Takbir Intiqal (Takbir perpindahan rukun)


  Allah Maha Besar



Doa Iftitah













Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah dengan banyaknya
Maha suci Allah sepanjang pagi dan petang.
Aku hadapkan wajahku bagi Tuhan yang mencipta langit dan bumi, dengan suasana lurus dan berserah diri dan aku bukan dari golongan orang musyrik.
Sesungguhnya solatku, Ibadatku hidupku, matiku adalah untuk Allah Tuhan sekelian alam.
Tidak ada sekutu bagiNya dan kepadaku diperintahkan untuk tidak menyekutukan bagiNya dan aku dari golongan orang Islam.



Al Fatihah














Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (1). 
Segala puji bagi Allah yang memelihara sekalian Alam (2) 
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (3) 
Yang menguasai hari pembalasan (4)
Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu saja kami mohon pertolongan (5) 
Tunjukilah kami jalan yang lurus (6)
Jalan mereka yang Engkau beri ni’mat, bukan jalan mereka yang engkau murkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat (7). 


Ruku'





Maha Suci Tuhanku Yang Maha Mulia dengan sifat Kepujian-Nya.



I'tidal




 
Allah mendengar orang yang memuji-Nya. Wahai Tuhan kami, bagi Engkaulah segala pujian.


Doa Qunut

















Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau tunjuki.
Sejahterakanlah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau sejahterakan.
Pimpinlah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau pimpin.
Berkatilah hendaknya untukku apa-pa yang telah Engkau berikan padaku.
Jauhkanlah aku daripada segala kejahatan yang telah Engkau tetapkan.
Sesungguhnya hanya Engkau sahajalah yang menetapkan, dan tidak sesiapapun yang berkuasa menetapkan sesuatu selain daripada Engkau.
Sesungguhnya tidak terhina orang yang memperolehi pimpinanMu.
Dan tidak mulia orang-orang yang Engkau musuhi.
Telah memberi berkat Engkau, ya Tuhan kami dan maha tinggi Engkau.
Hanya untuk Engkau sahajalah segala macam puji terhadap apa-apa yang telah Engkau tetapkan.
Dan aku minta ampun dan bertaubat kepada Engkau.
Dan Allah rahmatilah Muhammad, Nabi yang ummi dan sejahtera keatas keluarganya dan sahabat-sahabatnya. 


Sujud





Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dengan sifat Kepujian-Nya.


Duduk diantara dua sujud







Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, angkatkanlah darjatku, berilah aku rezeki, berilah aku petunjuk, sihatkanlah aku dan ampunilah aku.


Tahiyyat Awal










Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah.
Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya.
Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh.
Aku bersaksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahawasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah. 
Ya Tuhan kami, selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad.


Tahiyyat Akhir














Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah.
Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya.
Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh.
Aku bersaksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahawasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah.
Ya Tuhan kami, selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad dan ke atas keluarganya.
Sebagaimana Engkau selawatkan ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim.
Berkatilah ke atas Muhammad dan atas keluarganya sebagaimana Engkau berkati ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim di dalam alam ini.
Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung


Salam





Salam sejahtera dan rahmat Allah keatas kamu.




04 Disember 2010

Koleksi Doa

Koleksi Doa daripada Jabatan Mufti Negeri Selangor.



Meneroka Makna Hijrah

Alhamdulillah, kita diizinkan Allah SWT untuk memasuki tahun hijrah yang baru. Umat Islam menyambutnya dengan cara yang berbeza. Ada yang hanya menyedari ketibaannya kerana ia ditentukan sebagai cuti umum. Ramai juga yang menyambutnya dengan mengatur pelbagai majlis dan acara termasuk berkumpul di masjid dan surau dengan pengisian seperti bacaan doa akhir dan awal tahun, bacaan al-Quran, selawat dan tazkirah.

Semoga Allah SWT menerima niat baik dan doa-doa mereka yang tentunya merangkumi kebajikan dan kesejahteraan negara dan umat Islam seluruhnya dalam tahun baru ini. Kepekaan terhadap peredaran masa dan zaman memang suatu tuntutan Islam. Penggantian tahun dalam kalendar Islam turut diraikan kerana ia terkait dengan suatu peristiwa besar dalam sirah junjungan kita, Nabi Muhammad SAW iaitu peristiwa Hijrah. 

Hijrah memang mengandungi pelbagai makna dan erti. Sudut yang sering mendapat sorotan ramai adalah peralihan fasa risalah Islam daripada dakwah kepada fasa dawlah atau pembinaan negara. Tanpa menafikan kepentingan dimensi luaran peristiwa ini, adalah perlu diinsafi bahawa hijrah luaran dan fizikal ini tidak akan berhasil dan bermakna tanpa disertai hijrah rohani dalam hati dan jiwa umat. 

Hakikat ini ditegaskan dalam sabda Nabi SAW dalam hadis yang masyhur mengenai niat dan amalan, "Sesungguhnya amalan itu ditentukan oleh niat, dan bagi seseorang itu apa yang diniatkannya. Maka sesiapa yang berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan sesiapa yang berhijrah kepada dunia yang ingin diperolehinya atau wanita yang ingin dikahwininya maka hijrahnya adalah kepada apa yang menjadi maksud hijrahnya"

Sangat jelas dalam hadis ini yang merupakan antara induk segala hadis bahawa sebesar mana pun amalan agama seseorang itu, penentunya adalah niat dan maksud dalaman di sebalik amalan tersebut. 

Hijrah Nabi SAW adalah episod yang begitu hebat dan sangat menentukan kerana ia adalah suatu projek keagamaan yang dijayakan oleh sekelompok insan agung yang memiliki hati paling suci dan ikhlas di bawah pimpinan penghulu para mukhlisin, Nabi Muhammad SAW.

Menyedari hakikat ini, janganlah dimensi kerohanian ini diabaikan dalam kita menyambut Maal Hijrah. Dimensi Islam, iman dan ihsan dalam agama kita sentiasa utuh dan terkait. Tidak hairanlah, dalam salah satu karya terbesar dalam dunia kerohanian dan tasauf iaitu kitab Al-Hikam oleh Sheikh Ibnu ‘Atoillah al-Sakandari, hadis ini dan persoalan hijrah dalaman ini ada dinukilkan dan dihuraikan pula oleh para ulama tasauf yang mensyarahkan kata-kata hikmah tersebut. Sheikh Ibnu ‘Atoillah al-Sakandari menegaskan perlunya berlaku hijrah dalam diri kita keluar daripada keterikatan dengan alam-alam (kawn/ akwan) menuju kepada Sang Pencipta alam (Al-Mukawwin). 

Beliau berkata: "Janganlah kamu bergerak dari satu alam hanya ke satu alam yang lain maka jadilah kamu seperti keldai pengisar yang berjalan di sekitar pengisarnya sahaja; tempat tujuan perjalanannya sama dengan tempat asal perjalanannya. "Tetapi hendaklah kamu bergerak (berpindah) dari semua alam kepada Sang Pencipta alam. Sesungguhnya kepada Tuhanmulah puncak segala tujuan".

Perhatikanlah sabda Rasulullah SAW, "Dan sesiapa yang berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya …(hingga akhir hadis)" Inti kepada peringatan Sheikh Ibnu ‘Atoillah al-Sakandari ini adalah agar kita membulatkan keikhlasan kita kepada Allah SWT dalam segala amalan kebaikan kita. Tumpuan hati kita dalam beribadat adalah keredaan Allah SWT semata-mata. Hendaklah dielakkan ingatan kepada yang selain Dia hatta terhadap soal perhatian dan pandangan mulia oleh makhluk, karamah, ganjaran pahala, mahligai atau bidadari syurga walaupun ini adalah sunnah Ilahi bagi mereka yang bertakwa. 

Kesemua perkara ini hakikatnya masih merupakan alam dan makhluk. Kita masih belum berhijrah menuju Allah SWT dengan sebenar-benarnya jika masih terikat tumpuan kepada alam dan makhluk. Dalam ilmu tasauf, kalimah al-aghyar yang berakarkan kata ghayr yang bermakna ’selain’ sering digunakan kepada segala sesuatu yang selain daripada Allah SWT untuk menjelaskan maksud prinsip ini.

Harus diingat bahawa sesungguhnya Allah SWT itu amat cemburu. Dia tidak suka dan reda jika seseorang yang menuntut-Nya turut mencari sesuatu yang selain Dia di samping-Nya. Oleh itu, tidak akan sampai kepada-Nya seseorang yang masih terdapat di hatinya keinginan hawa nafsunya. 

Salah seorang ulama yang terkenal dengan syarahnya terhadap Hikam Ibnu ‘Atoillah, Sheikh Ibnu ‘Ajibah ada menyebut bahawa seseorang yang berjalan dari satu alam ke satu alam yang lain ialah orang yang berjalan dari selain Allah kepada selain Allah juga. 

Seseorang yang zuhud di dunia tetapi menuntut kerehatan badan dan perhatian dunia kepadanya masih termasuk dalam golongan ini. Hijrah dalam erti kata ini juga bolehlah dirumuskan sebagai berpindah dari tiga negeri kepada tiga negeri iaitu:
  • Dari negeri maksiat ke negeri taat.
  • Dari negeri kelalaian ke negeri kesedaran.
  • Dari alam asybah (jasad) ke alam arwah (roh).
Sheikh Ibnu ‘Ajibah juga meriwayatkan pesanan gurunya bahawa jika kita hendak menilai sama ada kita sedang benar-benar berpindah dari alam dunia menuju alam malakut atau tidak, kita hendaklah membentangkan segala keinginan dan kecenderungan kita satu persatu. 

Jika kita mendapati bahawa kita telah meninggalkannya dan perasaan kasih terhadap kesemuanya telah keluar daripada hati kita maka barulah kita boleh bergembira.  Mengeluarkan kecintaan dan keinginan terhadap selain Allah SWT bukanlah suatu yang mudah dan akan terjadi dengan sendiri. Ia menuntut keazaman, kesungguhan, perancangan, panduan dan bimbingan.

Satu perkara yang tidak harus luput daripada perhatian kita dalam merenungi hijrah adalah bagaimana peristiwa tersebut menagih perancangan, keperitan dan pengorbanan yang tinggi daripada Rasulullah SAW dan generasi awal Islam yang merupakan generasi para kekasih Allah. 

Jika mereka yang paling dikasihi Allah ini pun terpaksa bersusah payah merancang dan berkorban demi mendaulatkan Islam, maka sudah tentu kita hari ini perlu bersedia untuk berkorban dan berjerit-payah jika kita benar-benar serius dengan agama kita.

(Rujukan utama: Kitab Cahaya yang Lurus: Syarah Hikam Sheikh Ibnu ‘Atoillah al-Sakandari oleh Sheikh Muhammad Fuad bin Kamaludin al-Maliki (Kuala Lumpur, Sofa Production, 2007)

Sumber Artikel : Arkib Utusan Malaysia
 









03 Disember 2010

Program Sempena Sambutan Awal Muharram 1432H


Assalamualaikum.
Muslimin & muslimat dijemput hadir ke program sempena sambutan Awal Muharram 1432H yang akan diadakan pada 6 Disember 2010/ 29 Zulhijjah 1431H (Isnin). Program akan bermula pada jam 6.30 petang seperti berikut :
Sekian, harap maklum.


Khutbah Jumaat Minggu Ini - "Zakat Penyelamat di Dunia dan Akhirat"

Sidang Jumaat yang dirahmati Allah sekalian,

Saya menyeru kepada seluruh jamaah yang hadir pada hari ini, agar menjadikan taqwa sebagai agenda utama seluruh kehidupan kita di muka bumi Allah ini. Dengan taqwa itu, Allah SWT. menawarkan kepada kita kejayaan hakiki di dunia dan di akhirat.

Sidang Jumaat yang dikasihi Allah sekalian,

Di antara ciri-ciri insan bertaqwa ialah setia melaksanakan apa jua suruhan dan perintah dari Allah SWT. Walaupun menjadikan harta dan jiwanya sebagai gadaian demi mencapai ketaqwaan kepada Allah SWT. Maka Allah akan membayar segala gadaian nyawa dan harta mereka dengan keredhaan dan nikmat syurga yang tidak ternilai harganya.

Sesungguhnya antara bentuk-bentuk pengorbanan harta yang dilaksanakan demi mencapai keredhaan Allah SWT. ialah menunaikan ibadah sedekah dan zakat. Rasulullah s.a.w. telah bersabda yang bermaksud:

"Barangsiapa yang beriman dengan Allah dan hari akhirat, maka hendaklah dia menunaikan zakat hartanya". (Riwayat At-Tabrani)

Sidang Jumaat yang dikasihi Allah sekalian,

Disyariatkan ibadah zakat bertujuan untuk mendidik diri kita supaya bersifat pemurah dan prihatin terhadap kesusahan insan lain. Allah SWT. juga memfardhukan ibadah zakat kepada hamba-Nya adalah untuk menyucikan harta dan dosa-dosa orang yang kaya dan memenuhi keperluan sara hidup bagi yang miskin.

Bahkan amalan berzakat itu sebenarnya dapat mengukuhkan tali silaturrahim sesama manusia. Orang-orang fakir dan miskin akan mendoakan kebaikan kepada orang kaya yang pemurah. Ini akan menghilangkan perasaan benci, cemburu, marah si miskin kepada si kaya. Sabda Rasulullah s.a.w.:

"Bersedekahlah kamu sekalian, meskipun dengan hanya sebiji tamar, sesungguhnya sedekah itu dapat memenuhi keperluan orang yang lapar dan menghapuskan kesalahan, sebagaimana air dapat memadamkan api". (Riwayat Imam Ahmad)

Sidang Jumaat yang dikasihi Allah,

Di dalam sebuah Hadith, nabi s.a.w. menceritakan tentang kelebihan orang yang bersikap prihatin kepada golongan fakir dan miskin. Baginda s.a.w. bersabda yang bermaksud:

"Perbanyakkanlah kenalan dari kalangan golongan fakir dan miskin dan berbudilah kepada mereka kerana mereka kelak akan mendapat kekuasaan. sahabat bertanya: apakah kekuasaan mereka ya Rasulullah?. Nabi menjawab: Bila tiba hari qiamat, maka diseru kepada mereka: Perhatikanlah siapa yang dahulu pernah memberimu makanan atau seteguk minuman atau memberimu pakaian walau sehelai maka peganglah tangannya dan pimpinlah dia ke syurga". (Riwayat Al-Bukhari)

OIeh itu, jangan berasa rugi apabila kita bersedekah. Jangan berkira-kira untuk berzakat. Yakinlah!, harta yang kita zakatkan dengan ikhlas sebenarnya dirahmati Allah dan bermanfaat kepada diri kita di dunia dan akhirat.

Sebaliknya, sekiranya manusia bersikap bakhil dan mementingkan diri sendiri, Allah SWT. memberi ingatan dan ancaman kepada mereka sepertimana firman-Nya yang cukup keras di dalam surah Al-Haaqqah ayat 30 - 34:

"(Lalu diperintahkan malaikat penjaga neraka): "Tangkaplah orang yang berdosa itu serta belenggulah dia, kemudian masukkanlah dia ke dalam neraka jahim; kemudian, belitlah dia dengan rantai besi yang ukuran panjangnya tujuh puluh hasta, sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah yang maha besar dan dia juga tidak menggalakkan (dirinya dan orang lain) memberi makan (yang berhak diterima oIeh) orang miskin".

Dalam sebuah hadith yang lain daripada Abu Hurairah r.a. berkata: bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud:

"Tidak ada yang mempunyai simpanan harta yang tidak menunaikan zakatnya kecuali dipanaskan atasnya di neraka jahanam, lalu dijadikan kepingan-kepingan logam, lalu diseterika dengannya kedua rusuk dan keningnya, sehingga Allah SWT. memutuskan di antara hamba-hamba-Nya pada satu hari yang ukurannya lima puluh ribu tahun". (Riwayat Muslim)

Betapa dahsyatnya azab yang dijanjikan oIeh Allah kepada manusia yang enggan mematuhi perintah Allah SWT. Pastinya kita selaku insan yang kerdil dan lemah ini, tiada daya dan upaya untuk menanggung azab dan seksa neraka yang tidak terperi sakitnya. Takutlah wahai manusia dengan azab Allah!, semoga Allah menyelamatkan kita semua dari bencana buruk azab neraka.

OIeh itu, marilah kita berazam mulai saat ini, pastikan harta-harta kita seperti emas, perak, hasil pendapatan, wang simpanan, perniagaan, pertanian dan penternakan ke semuanya itu kita akan sucikan dengan menunaikan zakat sebagai bukti ketaatan, tanggungjawab dan amanah kita terhadap rezeki kurniaan Allah SWT.

Sidang Jumaat yang dikasihi Allah sekalian,

Berdasarkan kepada perkembangan semasa, sebenarnya tahap kesedaran umat Islam di negeri Selangor untuk menunaikan kewajipan zakat semakin meningkat setiap tahun. Ini dapat dibuktikan melalui jumlah kutipan dan agihan zakat yang sentiasa bertambah dari setahun ke setahun. Walau bagaimanapun, jumlah pembayar zakat di negeri ini sebenarnya masih di tahap yang minima. Berdasarkan kepada rekod pembayar zakat yang menunaikan zakat di Lembaga Zakat Selangor, di sepanjang tahun 2009 adalah berjumlah 115,000 orang sahaja. Sedangkan jumlah umat Islam di negeri Selangor yang layak menunaikan zakat dianggarkan lebih daripada 1 juta orang.

Mengapakah masih ramai umat Islam yang belum menunaikan ?zakat?. Sedarkah kita bahawa sebenarnya di dalam harta kita, ada hak fakir miskin yang wajib kita keluarkan?. Usaha­-usaha dakwah oIeh Institusi Zakat wajar disokong dan dibantu dengan penglibatan semua pihak untuk meningkatkan tahap kesedaran umat Islam terhadap kewajipan zakat. Badan-badan Dakwah, NGO Islam, Masjid, Media Elektronik, Percetakan dan Para Pendakwah Islam harus menggembleng tenaga memainkan peranan dalam usaha ini. Sekiranya tahap kesedaran umat Islam meningkat terhadap kewajipan zakat, maka peranan zakat sebagai Penjana Ekonomi Masyarakat Islam dan Pemangkin Kebajikan dan pembelaan umat Islam akan dapat direalisasikan dalam kehidupan kita hari ini.

Adalah disarankan agar kefahaman terhadap Feqah Zakat yang semasa dan terkini wajar ditanam lebih awal ke dalam minda anak-anak kita melalui Silibus Pendidikan di sekolah rendah dan menengah.

Keprihatinan semua pihak akan memberi kefahaman dan kesedaran umat Islam untuk menunaikan kewajipan zakat seterusnya menjadikan kehidupan kita lebih sejahtera dan diberkati apabila setiap golongan manusia mendapat hak mereka dengan sempurna.

Sidang Jumaat yang dikasihi Allah sekalian,

Marilah kita segera menunaikan kewajipan berzakat. Selamatkanlah diri kita dan keluarga kita dari azab api neraka yang bahan bakarnya terdiri daripada manusia dan batu-batu.
Sesungguhnya dengan menunaikan zakat akan melindungi diri dan keluarga kita daripada bala dan bencana di dunia dan azab di akhirat yang kekal abadi selama-lamanya.

"Sesungguhnya orang yang sebenar-benarnya beriman hanyalah orang yang percaya kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka (terus percaya dengan) tidak ragu-ragu lagi, serta mereka berjuang dengan harta benda dan jiwa mereka pada jalan Allah; mereka itulah orang yang benar (pengakuan imannya)".

KHUTBAH KEDUA

Ya Allah, Engkaulah Tuhan yang Maha berkuasa, kami bersyukur kehadrat-Mu yang telah mengurniakan kami rahmat dan nikmat, sehingga kami dapat meneruskan usaha ke arah memperkukuhkan negara umat Islam khususnya negeri Selangor, sebagai negeri yang maju, sejahtera dan berkebajikan.

Justeru kami pohon kehadrat-Mu ya Allah, tetapkanlah iman kami, tingkatkanlah amal kami, kukuhkanlah perpaduan kami, murahkanlah rezeki kami, kayakanlah kami dengan ilmu yang bermanfaat, suburkanlah jiwa kami dengan budi pekerti yang mulia, kembalikanlah generasi muda kami ke jalan yang Engkau redhai, lindungilah kami daripada ujianMu yang berat seperti banjir besar, kemarau panjang, wabak penyakit, persengketaan, kemiskinan dan lain-lain, supaya dengan demikian, negeri kami akan sentiasa bertambah makmur dan berkat.

Khutbah Jumaat Bacaan 3 Disember 2010
Sumber : JAIS





02 Disember 2010

Doa - ( Sajak Nukilan A Aziz Deraman)

Assalamualaikum.

"Doa" ini adalah sajak nukilan A Aziz Deraman. Saya pasti ramai yang mencari sajak ini selepas kedengaran di radio IKIM. Mudah²an ia memberi manfaat untuk kita semua.

~~~~~~~~~~~~

Ya Allah
hanya bagi-Mu segala puji
atas nikmat kaukurniakan

Ya Allah Ya Rabbi
rahmatkanlah akan penghuluku keluarga dan para
sahabatnya
rahmatkanlah akan segala anbia dan pesuruh-Mu
rahmatkanlah akan segala para wali dan syuhada
rahmatkanlah akan segala hamba-Mu yang beriman,
maka demi kebesaran dan kemuliaan-Mu
pula aku mohon kebajikan
pula aku mohon perlindungan,
berikanlah aku kekuatan imanku
banyak rezekiku panjang usiaku
dalam rahmat dan sejahtera-Mu.
Jauhilah daku dengan bala dan celaka
Jauhilah daku dengan dosa jahat dan duka nestapa

Ya Allah Ya Rahman
aku mohon limpah perkenan dan keampunan-Mu
aku mohon petunjuk dan keredaan-Mu.
Jadikanlah doaku ini tiang sinar cahaya
hikmatnya bisa menerangi ceruk rantau bumi
hikmatnya bisa menyapu buih-buih laut
hikmatnya bisa memindahkan setiap biji pasir Sahara.
Jadikanlah doaku ini senjataku
buatku perolehi kemenangan dunia akhirat-Mu

Ya Allah Ya Rahim
jauhilah umat-Mu
daripada pecah belah
jauhilah bangsaku
daripada lembah hina-dina
jauhilah kami
daripada jalan Kaumurka

Ya Allah Ya Tuhanku
biar pada-Mu saja
kami berlindung.
Amin

p/s : Pos ini adalah permulaan bagi kategori "Doa Senjata Mukmin". Nantikan himpunan² doa di bawah kategori ini!! InsyaAllah..






"Sesungguhnya, bagi kamu pada diri Rasulullah SAW itu model ikutan yang baik, iaitu bagi orang yang sentiasa mengharapkan (keredhaan) Allah dan (balasan baik) hari akhirat, serta dia pula banyak menyebut dan mengingati Allah SWT" (Al-Ahzab Ayat 21).

Kongsi Pautan

Assalamualaikum.

Pihak admin mengalu-alukan semua pengunjung blog ini untuk berkongsi sebarang pautan yang memberi manfaat kepada pengunjung yang lain. Semoga segala yang baik itu dapat dipanjang-panjangkan mudah²an menjadi salah satu amal solih di sisi Allah SWT insyaAllah..Terima kasih di atas perkongsian anda ini.




p/s : Sekiranya blog/website anda dalam kategori ini, dipersilakan juga untuk dikongsikan di sini :)

NOTIS PENAFIAN : Laman web www.al-ehsaniah.blogspot.com bukan laman web rasmi bagi Masjid Al-Ehsaniah Kg. Melayu Bt. 16, Rawang. Laman web ini adalah hasil inisiatif sendiri ahli qariah kerana masjid ini masih belum memiliki laman web rasmi sebagai salah satu medium dakwah dan penyampaian maklumat yang agak penting ketika ini. Penggunan istilah Admin di dalam web ini bukan merujuk kepada Pihak Pengurusan Masjid tetapi sekadar merujuk kepada pengurus web ini sahaja. Sekiranya terdapat sebarang aduan/cadangan/maklum balas terhadap masjid melalui laman web ini pihak admin akan memanjangkannya kepada pihak yang sepatutnya. Walau bagaimanapun pihak admin mengingatkan adalah lebih baik berhubung terus dengan pihak Pengurusan Masjid yang sebenar. Sila rujuk direktori pengurusan masjid di laman Organisasi.